Narrator : Mariah Gipty. A
Pagi itu
disambut gembira oleh Nirmana, gadis mungil nan cantik yang masih duduk di
bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Pagi itu ia mendengar namanya menjadi juara kelas
waktu pembagian rapor namun ia sedikit gelisah, mengapa budhenya yang ia tunggu
sejak tadi untuk mengambil rapor Nirmana tak kunjung datang.
Beberapa
menit kemudian pucuk dicinta ulampun tiba, budhenya datang, sebuah senyum di
bibir merah Nirmana muncul tiba-tiba senyum itu lenyap ketika seseorang di
belakang Budhe datang mendekat, seseorang yang dicintai Nirmana sekaligus seseorang
yang membuat Nirmana malu di hadapan teman – temannya, orang itu adalah Ibu
Nirmana, seorang Janda cantik namun tak memiliki sepasang mata sehingga Ibu
Nirmana tak bisa melihat.