Siang
itu di bawah terik panas matahari di suatu kota besar Indonesia,seorang laki-
laki membawa tumpukan Koran terbitan terbaru di tangan kanannya, dan satu
tangan kirinya menuntun sepeda reotnya , dia terlihat ingin sekali mengelap
keringat di dahinya namun itu tak kunjung ia lakukan karena ia tahu jika itu ia
lakukan maka salah satu diantara sepeda atau Koran-korannya akan terjatuh.
Laki
– laki separuh baya itu Bapakku bapak tercinta ku , kami hidup serba pas – pas an,
Ibukku telah meninggal 3 tahun yang lalu karena Demam Berdarah ia terlambat di
rawat di rumah sakit atas keterbatasan biaya, Bapakku seorang penjual Koran keliling,
sedangkan aku adalah anak laki – laki berumur 11 tahun yang masih duduk di
bangku 5 SD, selain itu aku juga seorang penjual es lilin pada siang hari
sepulang sekolah, aku relakan masa bermainku demi sekolah walaupun aku tahu
uang hasil dari berjualan es lilin ku masih belum cukup untuk membantu
meringankan beban orang tua.
