Selasa, 28 Januari 2014

Perjalanan Paku Seorang Wanita Paku ( part II )

......Gule kepala bandeng pemiliknya adalah seorang wirausahawan  muda yang ganteng, aku begitu menikmati bkerja disana, bosnya baik dan sangat perhatian padaku namun baru sebulan aku disana ada yang aneh pada Ayu hari demi hari sepertinya dia membenciku entah apa salahku padanya, seperti ada rasa iri terselip di matanya awalnya memag aku tak peduli namun suatu ketika aku dipecat tanpa suatu alasan yang jelas aku bertanya - tanya kenapa aku dipecat ? aku kan karyawan telaadan setelah aku mencari tahu, dugaanku ternyata benar temanku Ayu menusukku dari belakang dia memfitnahku dia berkata pada bosku bahwa aku sering menyomot mata bandeng sebelum aku menyajikkanya kepada pelanggan sehingga pelanggan enggan memakannya, betapa autisnya bosku ! percaya dengan kata - kata Ayu yang sama autisnya mengarang sebuah  fitnah, mengapa ia tak sekalian memfitnahku menyomot telinga ikan bandeng ? itu kan lebih tak masuk akal atau mengapa
ia tak jujur saja dia cemburu padaku karena ku telah mencuri hati bos pujaannnya yang kece namun autis itu ?.
Aku menganggur lagi, banyak pekerjaan telah kulakoni, namun tak pernah ada yang beres, salah satunya aku pun pernah menjadi tukang parkir, hasilnya lumayan namun yang terjadi malah membuat becak dan mobil bertabraka, untung saja tidak ada korban di peristiwa naas itu tapi... kerugiannya itu looh yang naas, aku relakan sebagian uang tabunganku untuk bertanggung jawab.
Aku benar - benar merasa jatuh, aku kasihan nenekkku jika aku slalu sperti ini mau makan apa dia, seandainya aku dan nenekkku doyan makan rumput mungkin aku tak segelisah ini. Nenekku menasehatiku untuk kembali menjadi seorang penjual paku, aku mencoba memtuhinya karena tak ada pilihan lain dipikiranku, ternyata benar 3 tahun lamanya aku bisa bertahan di satu pekerjaan.
Iya inilah aku Wanita Paku, seorang penjual paku.. hari ini aku dihadapkan pada sebuah keputusan besar yang dapat mengubah hidupku, hari ini aku bertemu dengan seorang laki - laki asing yang tak waras ( bagiku ) mau ber investasi denganku mendirikan sebuah coorperation paku, dengan alasan aku mempunyai modal pengetahuan tentang segala jenis macam paku...namun mau tak mau aku harus mempunyai modal uang yang besarr aku tak punya apa - apa selain selain tabungan ayamku yhasil jerih payahku selama bertahun - tahun yang akan kupergunakan untuk menyusul Ayahku ke negri Iran nan jauh disana, apa aku harus mengorbankannya ?investasi ini pun jika aku berhasil aku akan menjadi seorang Billionare di satu sisi jika aku gagal aku akan kehilangan impianku, menanggung hutang mesuk ke dalam sel dan akhirnya killing self ! oh Abaikan itu hanya pikiran gilaku. 
Hari demi hari aku berpikir, aku harus melangkah aku tak boleh hidup datar seperti ini....aku harus melangkah maju !!!
10 tahun berlalu. sekarang aku menjadi seorang Pengusaha Paku terkemuka dengan kerja keras, tekun, tak pantang menyerah dan tentunya doa aku berhasil meraih impianku aku bisa membahagiakan nenekku tersayang, membuat tangis bangga Ibuku di atas sana serta aku berhasil menemukan ayahku di negri Iran, walaupun yang aku temukan tinggalah Nisan Namanya. aku berhasil meraih impian sederhanaku, itulah perjalanan paku ku terlihat kecil namun tajam. Inilah Perjalanan Paku Seorang Wanita Paku......( baca juga Perjalanan Paku Seorang Wanita Paku ( part I ) )

                                                                                END

                                                                                                                               -MG-
*Maaf jika terdapat kesalahan kata, nama tempat etc. karena ini hanya sebuah khayalan absurd dari seorang writer absurd, maaf juga jika terdapat ke-Alay-an kata maupun Imajinasi
*cerita ini hanya fiktif terinspirasi setelah melihat Bapakku sedang membenahi rumah dan membutuhkan paku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar