Namaku Bagas, umurku 22 tahun aku biasa dibilang wanita paku secara filosofi aku seperti paku, kecil namun kuat secara denotasi aku memang wanita paku berjualan paku di Pasar Klitikan, ini bukan pekerjaan yang kuiinginkan namun terbaik bagiku,.
Aku sudah berjualan paku 3 tahun lamanya, sejak aku berumur 19 tahun oh tidak ...bahkan 12 tahun lamanya saat aku masih kelas 6 SD, Ibukku meninggal sedangkan bapakku adalah seorang laki - laki yang tak bertanggung jawab meninggalkanku dan ibuku ke negri Iran nan jauh disana sejak aku balita, setelah Ibukku meninggal aku hidup bersama seorang janda tua, janda tua itu adalah nenekku Nenek Chaterine, karena dialah aku berjualan paku, dia seorang penjual paku.. sejak kecil aku membanntunya menjadi Assisten Paku bagi nenekku hingga aku lulus bangku SMA
Setelah lulus SMA, aku tidak melanjutkan ke bangku kuliah, tanpa kuberitahupun kamu akan tahu mustahil jika aku bisa berkuliah memang dunia ini tak ada yang mustahil namun hampir mustahil itu adaa.....aku pun lebih baik bekerja, aku merasa kasihan pada nenek jika dia tak kunjung pensiun dari berjualan paku, awalnya nenekku menolak dan membolehkanku bekerja asal menjadi seorang penjual paku sepetinya, namun aku berkeras aku bisa bekerja lebih baik dari sekedar menjual paku.
Awal setelah aku lulus sekolah, aku bkerja menjadi seorang SPG ( Sales Promotion Girl ) produk cat dempul, setiap harinya aku harus menggunakan dempul setebal kulit badak oh betapa menyiksanya, wajahku seperti memikul beban berat menggunakan dempul setebal itu.......setelah 3 bulan, aku bekerja disana ada peraturan baru yang mengharuskan karyawan SPG nya untuk mengenakan rok mini,mini sekali aku tak setuju dengan peraturan tersebut aku berpikir sebenarnya yang ditawarkan sebuah produk apa paha SPG nya sih ? ............aku pun memutuskan berhenti dari pekerjaan itu.
Setelah berhenti menjadi seorang SPG aku bekerja di sebuah pabrik plastik dekat rumahku sebuah pabrik daur ulang plastik yang mottonya tidak bermutu sekali bagiku "mengubah plastik menjadi plastik (lagi)" Oh noooo.....Pekerjaan ini melelahkan apalagi bosnya bukan seperti bos melainkan sepeti badak bercula 4, memakai kacamata, gendut, angkuh dan galaknnya lah yang paling membuatnya seperti badak bercula 4 , jika saja dunia tanpa uang mungkin aku tak akan mau menjadi pekerjanya..... 4 bulan sudah aku bekerja disana,tiba - tiba bos kami mem PHK banyak karyawannya entah aku harus sedih karena kehilangan mata pencaharian atau sejujurnya aku malah senang bisa terbebas dari pabrik alay itu ? dari gosip yang beredar pabrik itu bankrut tak bisa membayar pegawainya, kebangkrutan itupun disebabkan karena produk plastiknya tidak bermutu, plastiknya bolong jika terkena air.... hahahaha rasanya tidak mutu sekali itu plastik atau kertas sih yang diproduksi...
Setelah 2 minggu menjadi seorang pengangguran aku bertemu temanku SMA dulu bernama Ayu dia menawariku menjadi pelayan restroran Gule Kepala Bandeng...........bersambung.( baca selanjutnya Perjalanan Paku Seorang Wanita Paku ( part II ) )
- MG -
Tidak ada komentar:
Posting Komentar