Jumat, 18 Juli 2014

Sepasang Mata Untuk Nirmana



Narrator : Mariah Gipty. A

Pagi itu disambut gembira oleh Nirmana, gadis mungil nan cantik yang masih duduk di bangku kelas 4 Sekolah Dasar. Pagi itu ia mendengar namanya menjadi juara kelas waktu pembagian rapor namun ia sedikit gelisah, mengapa budhenya yang ia tunggu sejak tadi untuk mengambil rapor Nirmana tak kunjung datang.
Beberapa menit kemudian pucuk dicinta ulampun tiba, budhenya datang, sebuah senyum di bibir merah Nirmana muncul tiba-tiba senyum itu lenyap ketika seseorang di belakang Budhe datang mendekat, seseorang yang dicintai Nirmana sekaligus seseorang yang membuat Nirmana malu di hadapan teman – temannya, orang itu adalah Ibu Nirmana, seorang Janda cantik namun tak memiliki sepasang mata sehingga Ibu Nirmana tak bisa melihat.

Nirmana begitu malu, banyak teman – teman Nirmana yang mengejeknya, ada pula teman Nirmana yang langsung pergi menjauh karena takut, teman – teman dekat Nirmana pun bertanya,
“Nirma, ini ibu kamu ya ?”
 salah satu teman dekat Nirmana lainnya bertanya
“katamu, ibumu sakit keras ? apa kamu malau ya punya ibu ga bisa lihat ?” Tanya teman Nirmana dengan polosnya.
Ibu Nirmana hanya diam, Nirmana pun tak kuat menahan tangis, ia lalu berlari menjauh meninggalkan tempat itu.

          Matahari mulai tenggelam, Nirmana masih duduk termenung di sebuah bangku taman, masih terngiang kejadian tadi pagi, ia begitu malu mengapa ibunya harus datang di hadapan teman – temannya, Nirmana begitu marah pada ibunya, mengapa ibunya tak bisa melihat, tidak seperti ibu teman –teman Nirmana lainnya.

          Waktu menunjukan pukul 8 malam, Ibu Nirmana khawatir anak semata wayangnya tak kunjung pulang, ketika ibunya hendak membuka pintu untuk mencari Nirmana, Nirmana pun datang lalu ibu bertanya
          “Nirmana, kamu dari mana saja ? Ibu khawatir nak…”
Namun tak ada sepatah kata pun keluar dari Nirmana
“Nak, kamu dengar kan.. apa kamu masih marah dengan kejadian tadi pagi ?
“Nirmana pun malah semakin tak menggubris pertanyaan ibunya dan langsung masuk ke dalam kamar dengan marah. Ibunya begitu sedih, anaknya pasti kecewa dengan keadaan ibunya yang tak sempurna, setetes air mata jatuh di hati Ibu Nirmana.

          Berhari – hari Nirmana tak kunjung bersuara, ibunya hanya diam tak bisa menangis, hingga suatu malam Nirmana bermimpi Ibunya memakai baju putih, ibunya sangat cantik mengenakan kebaya putih dan ibunya dapat melihat, memandang Nirmana penuh kasih sayang, Nirmana pun segera ingin memeluknya entah mengapa ibunya semakin menjauh pergi dan lenyap di pelupuk mata.
          Nirmanapun terbangun, disadari itu hanyalah mimpi, waktu menunjukan pukul 01.30 pagi, ia langsung teringat ibunya, ia menyesal menyakiti hati ibunya beranjaklah dia dari tempat tidurnya untuk menghampiri ibunya dan meminta maaf atas perbuatannya.
          “Ibu, Nirma minta maaf, Nirma sayang sama ibu ?“ tak ada jawaban dari ibu… hening….apa ibu marah pikir Nirmana, diguncangnya tubuh Ibu yang memang tidur dengan posisi membelakanginya. Ibunya tak kunjung bergerak akhirnya Nirmana sadar ibunya telah tiada meninggalkannya sebatang kara, ketakutan paling besar Nirmana benar – benar terjadi yaitu menjadi yatim piatu. Nirmana menyesal ia menangis sejadinya.

          Hingga pada pemakaman ibunya berakhir, Nirmana masih terduduk menangis seorang diri di samping kuburan ibunya,
“tenanglah Nirmana…kamu berhentilah menangis, kamu harus kuat”
Tiba – tiba seorang wanita seumuran ibunya datang ia mengaku sebagai sahabat ibunya di masa lalu. Ia bercerita sebuah rahasia tentang ibunya.
          “Dahulu, ibumu adalah seorang wanita dengan paras cantik, menawan dan mempunyai mata yang bersinar seperti yang kamu miliki Nirmana…., dia akhirnya menikah dengan ayahmu, awalnya kehidupan mereka sangat bahagia dan semakin sempurna dengan kehamilan ibumu, namun kebahagiaan ibumu harus diuji, waktu kehamilan ibumu berumur 7 bulan 10 hari ayahmu meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ibumu sangatlah terpukul, sekuat tenaga ia tidak bersedih agar kelahiran bayinya selamat”
          “Tepat 9 bulan 10 hari kamu lahir nak, kamu cantik, sehat namun satu yang kurang padamu…kamu tak mempunyai sepasang mata…karena ibumu sangat sayang padamu ia rela mengorbankan sepasang matanya untukmu Nirmana, sebenarnya ini rahasia ibumu ia tak mau membuatmu sedih namun kebenaran memang harus diungkapkan”
          Nirmana begitu kaget hatinya benar – benar hancur, ia sangat menyesal seharusnya dirinya lah yang diejek, disakiti, bahkan dirinya jugalah yang harusnya tak dapat melihat, bukan lah ibu yang sangat menyayanginya. Namun semua telah terlambat bahkan dia belum sempat meminta maaf pada Ibunya. Yang  dapat  ia lakukan sekarang dan di kemudian hari adalah menjadi anak yang lebih baik dan mendoakan Bapak Ibunya.

2 komentar: