Kamis, 18 September 2014

HUJAN DAN KENANGAN



“………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………”

“ the story begin…. Its realita, no drama, no scenario and no part of imagination” Sore itu aku akan pergi dengan seseorang yang menulis status tersebut diatas.panggil saja dia “PAJAK MAN”LAKI – LAKI YANG AKU SUKAI SAAT SMK, SATU SEKOLAH DENGANKU, SATU TINGKAT NAMUN BEDA JURUSAN.
SORE ITU AKU SENGAJA MENYETRIKA BAJUKU, AGAR TERLIHAT RAPI DI HADAPANNYA, MEMAKAI MINYAK WANGI, MINYAK WANGI KHAS MINYAK WANGI MBAK-MBAK LAUNDRY HAHAHA…..DENGAN KERUDUNG COKLAT, CELANA COKLAT, BAJU PANJANG GARIS – GARIS COKLAT, DAN sandal jepit hitam yang sedikit menyelamatkan aku dari banjir coklat haha aku siap menemuniya. Awalnya aku tak berniat pergi jauh dari rumah, aku hanya berniat menikmati sore bersamanya di warung hik dekat rumahku, jujur saja waktu itu hatiku dag – dig – dug, aku penasaran dengan suaranya, aku belum pernah mendengar suaranya sebelumnya, bahkan aku juga belum pernah berdiri di dekatnya, hanya di dunia-nya maya kami akrab, hanya di sms kami bercengkrama, hanya dari kejauhan aku memandangnya #ahbegituLooser.

Sekitar jam 7 malam, Aku menunggunya sendirian di warung hik, sambil mengaduk – aduk es tehku yang sudah tak terasa manis lagi, hilang entah kemana. Aku menunggunya… terasa lama, semakin menyiksa kesehatan jantung…baru sekitar 30 menit kemudian “PAJAK MAN”datang, dengan mengendarai Jupiter MX Biru ( yang kebetulan, jujur saja itu kendaraan favoritku ) rasanya dia terlihat lebih macho :v, dengan memakai jaket merah, helm merah dan memakai kacamata yang mirip dengan kacamataku, *walau kacamataku tak aku pakai malah aku simpan di kantong celanaku gegara ga pd pakai kacamata di hadapannya* Dengan postur badannya yang tinggi, kulitnya yang putih jujur saja dia semakin terlihat handsome walaupun bukan handsome handsome werewolfHAHAHA~ waktu dia pertama kali berbicara langsung denganku, ternyata suaranya juga tak pantas disebut jelek, tapi terlalu berlebihan disebut indah, jadiii lumayan J.
     Kemudian dia mengajakku makan mie… aku lupa mie apa itu yang jelas mie itu jauh dari rumahku, daerah nusukan. Di jalan aku seperti tidak percaya di hadapanku itu “PAJAK MAN”, Aku bahagia hingga aku sendiri tak peduli dengan jalan yang kamilewati. SESAMPAINYA DI tujuan DIA INGIN Mentraktirku mie, sebenarnya aku sendiri waktu itu belum makan,aku lapar namun karna waktu itu aku masih grogi, aku takut saking senangnya malah tidak bisa melahap mie ku, atau bahkan aku takut akan memuntahkannya… aku tak mau merepotkan “PAJAK MAN”, Mungkin susu coklat bisa membantu menghilangkan grogiku.
     Kami pun bercengkrama banyak hal, mengenal lebih tentangnya, satu yang kuingat dia menganggapku cewek ABsurdalias unik atau lebih parahnya alias aneh -_-, ah sudahlah aku sudah terbiasa dibilang wanita aneh, malah aneh jika tak dibilang aneh….
     Waktu itu juga aku sangat menikmati memandangnya makan mie, kurasa dia kelaparan…,sekitar pukul 09,00 malam kami memutuskan untuk pulang karna takut dimarahi MY Pather, ternyata di luar hujan turun walau sudah reda, sebelum pulang aku sempat menjailinya “ Wah jok mu basah tuh, nanti bokongku IKUT BASAH DEH” Dan tak lupa kupasang wajah cemberut eeeeeeh tak Disangka dia langsung mengelap jok motornya dengan lengan kirinya, aku tak menduga dia romantis HAHAHAAKU Malah merasa bersalah, Bahkan ketika hujan mulai turun lagi, karena dia tahu aku tak memakai jaket dia relakan jaket merahnya aku pakai dia baik layaknya PAHLAWAN PATIMURA pikirku saat itu hahaha.
Hujan semakin deras aku kasihan padanya pasti dia kedinginan, kehujanan tanpa jaket, tanpa mantol, pasti sulit baginya mengendarai motor, apalAgi kacamatanya pasti basah .. sulit untuk melihat jalan, dia berminus 3 sepertiku aku tahu sulit untuk memandang jalan di malam hari, hujan pulaa.Namun akhirnya kami berhenti di sebuah mesin atm dekat Regina Pacis kebetulan atm itu ada 2 orang yang sedang memperbaiki mesin Atm *kurasa aman hahaa ;v sambil menunggu hujan reda, aku memandang langit, memandang tetesan air hujan, dan memandang wajahnya yang lebih tinggi dariku kurasa saat itu hanya ada perasaan bahagia, dan kurasa pula hujan kali ini adalah hujan paling indah, suatu saat pasti aku ceritakan dengan anak cucuku bahahha *aalay meen !
     Ini bukan opera sabun, ini bagian dari KISAH NYATA.cerita ini memang sudah berakhir Aku tak tahu waktu itu dia berkata jujur atau tidak kurasa itu bukan urusanku, ITU Urusan dia dengan Tuhan. Aku sudah melupakannya namun aku tak bisa melupakan kenangannya….Thanks “PAJAK MAN”

·        Jika kamu pajak man, maaf tanggal 27 november kemaren belum sempat memberimu ucapan “selamat ulang tahun ya, maaf telaat”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar