“
the story begin…. Its realita, no drama, no scenario and no part of
imagination” Sore itu aku akan pergi dengan seseorang yang menulis status
tersebut diatas.panggil saja dia “PAJAK
MAN”LAKI – LAKI YANG AKU SUKAI SAAT SMK, SATU
SEKOLAH DENGANKU, SATU TINGKAT NAMUN BEDA JURUSAN.
SORE
ITU AKU SENGAJA MENYETRIKA BAJUKU, AGAR TERLIHAT RAPI DI HADAPANNYA, MEMAKAI
MINYAK WANGI, MINYAK WANGI KHAS MINYAK WANGI MBAK-MBAK LAUNDRY HAHAHA…..DENGAN
KERUDUNG COKLAT, CELANA COKLAT, BAJU PANJANG GARIS – GARIS COKLAT, DAN sandal
jepit hitam yang sedikit menyelamatkan aku dari banjir coklat haha aku siap
menemuniya. Awalnya aku tak berniat pergi jauh dari rumah, aku hanya berniat
menikmati sore bersamanya di warung hik dekat rumahku, jujur saja waktu itu
hatiku dag – dig – dug, aku penasaran dengan suaranya, aku belum pernah
mendengar suaranya sebelumnya, bahkan aku juga belum pernah berdiri di
dekatnya, hanya di dunia-nya maya kami akrab, hanya di sms kami
bercengkrama, hanya dari kejauhan aku memandangnya #ahbegituLooser.
Sekitar
jam 7 malam, Aku menunggunya sendirian di warung hik, sambil mengaduk – aduk es
tehku yang sudah tak terasa manis lagi, hilang entah kemana. Aku menunggunya…
terasa lama, semakin menyiksa kesehatan jantung…baru
sekitar 30 menit kemudian “PAJAK
MAN”datang, dengan mengendarai Jupiter
MX Biru ( yang kebetulan, jujur saja itu kendaraan
favoritku ) rasanya dia terlihat lebih macho :v, dengan memakai jaket merah,
helm merah dan memakai kacamata yang mirip dengan kacamataku, *walau kacamataku
tak aku pakai malah aku simpan di kantong celanaku gegara ga pd pakai kacamata
di hadapannya* Dengan postur badannya yang tinggi, kulitnya yang putih jujur
saja dia semakin terlihat handsome walaupun bukan handsome handsome werewolfHAHAHA~
waktu dia pertama kali berbicara langsung denganku, ternyata suaranya juga tak
pantas disebut jelek, tapi terlalu berlebihan disebut indah, jadiii lumayan J.
Kemudian dia mengajakku makan mie… aku lupa
mie apa itu yang jelas mie itu jauh dari rumahku, daerah nusukan. Di jalan aku
seperti tidak percaya di hadapanku itu “PAJAK MAN”, Aku
bahagia hingga aku sendiri tak peduli dengan jalan yang kamilewati. SESAMPAINYA
DI tujuan DIA INGIN Mentraktirku mie, sebenarnya aku sendiri waktu itu belum
makan,aku lapar namun karna waktu itu aku masih grogi, aku takut saking
senangnya malah tidak bisa melahap mie ku, atau bahkan aku takut akan
memuntahkannya… aku tak mau merepotkan “PAJAK MAN”, Mungkin susu coklat bisa
membantu menghilangkan grogiku.
Kami pun bercengkrama banyak hal, mengenal
lebih tentangnya, satu yang kuingat dia menganggapku cewek ABsurdalias
unik atau lebih parahnya alias aneh -_-, ah sudahlah aku sudah terbiasa
dibilang wanita aneh, malah aneh jika tak dibilang aneh….
Waktu itu juga aku sangat menikmati
memandangnya makan mie, kurasa dia kelaparan…,sekitar pukul 09,00 malam kami
memutuskan untuk pulang karna takut dimarahi MY Pather, ternyata di luar hujan
turun walau sudah reda, sebelum pulang aku sempat menjailinya “ Wah jok mu basah tuh, nanti bokongku IKUT
BASAH DEH” Dan tak lupa kupasang wajah cemberut eeeeeeh tak Disangka dia
langsung mengelap jok motornya dengan lengan kirinya, aku tak menduga dia romantis
HAHAHAAKU Malah merasa bersalah, Bahkan ketika hujan
mulai turun lagi, karena dia tahu aku tak memakai jaket dia relakan jaket
merahnya aku pakai dia baik layaknya PAHLAWAN
PATIMURA pikirku saat itu hahaha.
Hujan
semakin deras aku kasihan padanya pasti dia kedinginan, kehujanan tanpa jaket,
tanpa mantol, pasti sulit baginya mengendarai motor, apalAgi kacamatanya pasti
basah .. sulit untuk melihat jalan, dia berminus 3 sepertiku aku tahu sulit
untuk memandang jalan di malam hari, hujan pulaa.Namun akhirnya kami berhenti
di sebuah mesin atm dekat Regina Pacis kebetulan atm itu ada 2 orang yang
sedang memperbaiki mesin Atm *kurasa aman hahaa ;v sambil menunggu hujan reda,
aku memandang langit, memandang tetesan air hujan, dan memandang wajahnya yang
lebih tinggi dariku kurasa saat itu hanya ada perasaan bahagia, dan kurasa pula
hujan kali ini adalah hujan paling indah, suatu saat pasti aku ceritakan dengan
anak cucuku bahahha *aalay meen !
Ini bukan opera sabun, ini bagian dari
KISAH NYATA.cerita ini memang sudah berakhir Aku tak tahu waktu itu dia berkata
jujur atau tidak kurasa itu bukan urusanku, ITU Urusan dia
dengan Tuhan. Aku sudah melupakannya namun
aku tak bisa melupakan kenangannya….Thanks “PAJAK MAN”
·
Jika kamu pajak man, maaf tanggal 27
november kemaren belum sempat memberimu ucapan “selamat ulang tahun ya, maaf
telaat”

Tidak ada komentar:
Posting Komentar