Selasa, 02 Desember 2014

HUJAN MAKHLUK TUHAN PALING MEMPESONA


Tokoh :
1. Kwaci  : wanita cantik berumur 25 tahun, yang sangat  menyukai hujan
2. Kaktus : Pria berumur 25 tahun, selengekan namun baik hati
3. Jambu : teman SMA Kwaci dan Kaktus
4. Talok : Sahabat Kwaci
5. Melati : Sahabat Kaktus

       Kwaci memandang tetesan air yang jatuh dari langit, rintik – rintik begitu indah ialah Hujan, makhluk Tuhan paling mempesona. Kwaci yang selalu cinta pada hujan..kecuali ketika ia masih kanak – kanak ia begitu membenci hujan, hujan membuatnya takut.. hujan yang identik dengan gelapnya mendung, namun lama – lama semakin dewasa dirinya disadari hujan terlalu anggun dan berguna untuk dibenci, saking cintanya pada hujan dia tak peduli apa saja dampak yang ditimbulkan hujan. Dia terlalu buta jika harus menghina hujan.
            Hingga suatu ketika Kwaci pulang dari rumah sakit menengok neneknya yang sakit, ia berjalan menuju halte dan berniat  menghadiri resepsi pernikahan sahabatnya Talok. Ditemani awan yang mendung dia berjalan, begitu menyenangkan pertanda hujan akan turun andai saja setelah ini dia tak menghadiri acara pernikahan Talok pasti lebih baik Kwaci akan berhujan – hujan ria tanpa memikirkan bajunya yang elegan itu basah.
            Hujanpun datang dengan derasnya, bus yang ditunggu – tunggu malah tak kunjung datang, dia mencoba berpikir untuk memesan taxi. Tetapi entahlah ada apa taxi yang dipesan Kwaci tak kunjung datang juga, Hujan semakin deras, petir dan angin menemani hujan menunaikan tugasnya, waktu juga ikut berjalan semakin pula Kwaci menunggu semakin khawatirlah dia, dia tak mau terlambat dalam acara mahapenting sahabatnya... akhirnya dia berpikir untuk mencari pertolongan dengan mengirim SMS ke semua nama dalam kontak HPnya untuk menjemputnya. Banyak SMS yang membalas sms Kwaci namun jawabannya hampir semua ZONK ! ada yang bilang lagi sibuk, ada yang bilang lagi ada urusan, ada yang bilang lagi sakit, bahkan ada yang bilang kucingnya mati.... Bapaknya, Ibunya, Kakaknya, bahkan kekasih Kwaci tak dapat membantu Kwaci saat ini.
 “Kwaci, kamu dimana ? aku mau menjemputmu....”
1 SMS pun masuk lagi, yang membuat hati Kwaci senang namun Kwaci tak menyangka jika pengirim pesan tersebut adalah Kaktus teman sekelasnya waktu SMA dulu, Kwaci memang tak terlalu dekat dengan Kaktus bahkan Kwaci lupa pernah mempunyai teman sekelas bernama Kaktus, setelah dia ingat kembali yang terlintas hanyalah Kaktus seorang Pria eh salah cowok selengek’an dengan muka yang standar keatas. Dia bingung mengapa nama Kaktus sampai masuk di dalam kontak HP nya apa mungkin kami saling bertukan nomor HP pada reunian SMA tahun lalu, ah sudahlah pikir Kwaci yang terpenting baginya sekarang membalas SMS Kaktus dan memikirkan kalimat yang tepat untuk Kaktus yang akan menolongnya.
            15 menit, 20 menit, setengah jam,  satu jam telah dilewati Kwaci untuk menunggu Bus, menunggu Taxi maupun menunggu Kaktus tapi hasilnya ZONK lagi.. ! Resek ! pikir Kwaci pada Kaktus pasti Kaktus hanya menjahilinya. Akhirnya Bus pun datang dengan dongkol Kwaci menaiki Bus dan mengumpat Kaktus seenaknya selama perjalanan, pasti sudah basi jika ia sangat terlambat datang ke acara pernikahan Talok.
            Sesampainya di resepsi pernikahan yang sudah di ujung tanduk kerbau :) Kwaci bertemu dengan banyak temannya, termasuk Jambu teman SMA nya dulu, ia terlihat pucat dan mengabarkan bahwa Kaktus mengalami kecelakaan baru saja dan meninggal di tempat kejadian setelah ia nekat berkendara motor di tengah hujan deras yang menyebabkan motornya tergelincir... Kwaci tak karuan kagetnya, ia teringat akan Kaktus teman SMA nya dahulu, teringat akan  pesannya tadi, teringat akan kata – kata yang akan diucapkan Kwaci untuk berterimakasih, teringat umpatan Kwaci selama di Bus, dan semua kosoong, tangan Kwaci seketika dingin dan Braaaaaak Kwaci tak sadarkan diri.  
            Semenjak kejadian tersebut terkuak pulalah rahasia besar bahwa Kaktus selama ini menyukai Kwaci sejak SMA , Kwacilah cinta pertama Kaktus.. Sebenarnya Kaktus tak mau Kwaci mengetahui hal tersebut namun sahabat Kaktus yaitu Melati harus membeberkan rahasia Kaktus selama ini.  Kwaci sangat menyesal bukan karena ia membuat Kaktus mengalami kecelakaan saat mau menjemput Kwaci melainkan ia menyesal telah mengumpat Kaktus seenaknya dan tak pernah menganggap Kaktus ada.
            Semenjak kejadian tersebut pula, Kwaci tak pernah bisa jika harus mengutuk Hujan sebagai penyebab kematian Kaktus, baginya Tuhan memang sudah berencana lewat Hujan untuk menunjukan siapa yang benar – benar mencintainya. Baginya tetap Hujan Makhluk Tuhan Paling Mempesona.
-          tamat  -

                                                                                                                                    #MGA
-          Hanya cerita sederhana mengenai cinta
-          Ceritanya lebih fokus ke Hujan sebenarnya
-          Imajinasinya dapat di dalam Bus ketika mendung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar